Permasalahan Strategis

Permasalahan Strategis – Dalam rangka memahami dan memetakan permasalahan strategis daerah pada umumnya dan permasalahan strategis lingkungan hidup pada khususnya, terlebih dahulu dipaparkan mengenai kondisi umum wilayah Kabupaten Tegal dan selanjutnya dipaparkan mengenai permasalahan strategis lingkungan hidup.

Kondisi Umum Wilayah Kabupaten Tegal

  1. Kondisi Geografis

Kabupaten Tegal terletak antara 108o57’06’’ – 109o21’30’’ Bujur Timur dan 6o50’41’’- 7o15’30’’ Lintang Selatan. Secara Administratif, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1986, Kabupaten Tegal terdiri 18 kecamatan, 281 desa dan 6 kelurahan, 1.404 RW dan 6.746 RT dengan luas wilayah 878,79 Km2.

Keberadaannya sebagai salah satu daerah yang melingkupi wilayah pesisir utara bagian barat Jawa Tengah, Kabupaten Tegal menempati posisi strategis di persilangan arus transportasi Semarang – Cirebon – Jakarta dan Jakarta – Tegal – Cilacap dengan fasilitas pelabuhan di Kota Tegal.

Kabupaten Tegal secara administratif berbatasan dengan beberapa daerah :

  • Sebelah Utara : Kota Tegal dan Laut Jawa
  • Sebelah Barat : Kabupaten Brebes
  • Sebelah Selatan : Kabupaten Brebes dan Kabupaten Banyumas
  • Sebelah Timur : Kabupaten Pemalang

Secara topografi wilayah Kabupaten Tegal terdiri dari 3 (tiga) kategori daerah, sebagai berikut :

  1. Daerah pantai meliputi, Kecamatan Kramat, Suradadi dan Warureja
  2. Daerah dataran rendah meliputi, Kecamatan Adiwerna, Dukuhturi, Talang, Tarub, Pagerbarang, Dukuhwaru, Slawi, Lebaksiu, Suradadi, Warureja, Kedungbanteng, Pangkah.
  3. Daerah dataran tinggi/pegunungan meliputi, Kecamatan Jatinegara, Margasari, Balapulang, Bumujawa, Bojong, sebagian Pangkah dan Kedungbanteng.

GAMBAR 1

PETA ADMINISTRASI KABUPATEN TEGAL

Sebagian besar wilayah Kabupaten Tegal yaitu 74,07% berada pada ketinggian kurang dari 250 meter dari permukaan air laut. Sebesar 7,53% berada pada ketinggian 250-500 meter, 10,03% berada pada ketinggian 500-1000 meter, dengan perincian daerah pesisir 3 kecamatan dengan 43 desa/kelurahan dan dataran tinggi / pegunungan 5 kecamatan dengan 85 desa.

Temperatur di Kabupaten Tegal pada tahun 2015 berkisar pada 25,60 – 27,6oC. Kelembaban di udara rata-rata 74-96%. Curah hujan terendah terjadi pada tahun 2014 kemarin hanya mencapai 152,80 mm/th. Sedangkan curah hujan tertinggi pada tahun 2014 yaitu mencapai 308 mm/th.

  1. Kondisi Demografis

            Berdasarkan data yang ada pada Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tegal jumlah penduduk Kabupaten Tegal adalah sebanyak 1.424.891 jiwa, dengan komposisi laki-laki 708.301 jiwa, perempuan 716.590 jiwa. Kepadatan penduduk rata-rata 1.621 jiwa/km2, dengan kepadatan tertinggi di Kecamatan Adiwerna 6.052 jiwa/km2dan terendah di Kecamatan Kedungbanteng 461 jiwa/km2. (sumber BPS Tahun 2015)

  1. Kondisi ekonomi

Berdasarkan Gini Ratio, Perekonomian Kabupaten Tegal selama lima tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang relatif baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2015 yang mencapai Rp.25.577,28 miliar rupiah dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata tahun 2011-2015 yang mencapai 5,77 persen. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada nominal Rp. 25.577.284,21 miliar rupiah dan atas dasar harga konstan pada nominal Rp. 19.990.819,93 miliar rupiah Pendapatan perkapita. Pengaruh nilai pendapatan masyarakat menunjukkan aktivitas ekonomi cukup bervariasi dari yang sektor formal dan informal. Hal tersebut berdampak langsung pada sebaran dan banyaknya pencemaran dan kerusakan lingkungan dikarenakan tingkat kesadaran dunia usaha dan dunia industri serta msyarakat tentang lingkungan hidup masih rendah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*