Pembahasan Amdal Bendungan Jatinegara

Foto Amdal Bendungan JatinegaraRencana pembangunan Bendungan Jatinegara merupakan salah satu ikhtiar Pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dalam rangka untuk mengatasi masalah kekeringan yang saat ini sering melanda wilayah Kabupaten Tegal bagian selatan. Bendungan Jatinegara direncanakan untuk suplesi irigasi DI Rambut yang saat ini terus mengalami penurunan debit. DI Rambut pada saat ini telah mengalami penurunan fungsi pelayanan pada MT. 2 dan MT.3 yang disebabkan  karena kekurangan  air.  Kebutuhan  air  DI Rambut  pada  saat MT.1 masih dapat terpenuhi 100% (7.634 Ha), tetapi pada MT.2 areal irigasi yang terairi hanya sebesar 42,43% (3.239 Ha) dari total keseluruhan,  kemudian  pada  MT.3  areal  irigasi  hanya  mencapai 8,27%  (632  Ha).  Untuk  mengatasi  permasalahan  tersebut,  maka perlu   adanya   suatu   bangunan   tampungan   air   (waduk)   yang diharapkan dapat membantu menambah debit air irigasi di Bendung Cipero terutama pada saat MT. 2 dan MT. 3.

Pembangunan Bendungan  Jatinegara telah tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  Nomor 24/KPTS/M/2016 tentang Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Jratunseluna. Lokasi Bendungan Jatinegara secara administrasi terletak di Desa Jatinegara, Desa Gantungan, Desa Cerih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal dan Desa Warungpring Kecamatan Warungpring Kabupaten Pemalang. Bendungan Jatinegara direncanakan memiliki Tinggi bendungan 75 m, Luas genangan 45,73 Ha, Daya tampung 4,33 juta m3.   Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.38 Tahun 2019 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup pada Lampiran 1 huruf I bidang Pekerjaan Umum angka 1 disebutkan pembangunan bendungan dengan tinggi > 15 meter diukur dari pondasi terdalam, daya tampung waduk  ≥ 500.000 m3 dimana pembangunan bendungan termasuk kategori AMDAL A. Dalam melaksanakan studi AMDAL pemrakarsa telah mendapatkan surat arahan penyusunan dokumen sesuai surat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Nomor 660.1/0904 tentang Arahan Dokumen Lingkungan.

Pendekatan studi AMDAL yang dipergunakan mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2012 Pasal 8 ayat (1) yang mengatur bahwa dalam melakukan penyusunan dokumen Amdal, pemrakarsa wajib menggunakan pendekatan studi (a) tunggal; (b) terpadu; atau (c) kawasan. Pendekatan studi yang dipergunakan yaitu AMDAL tunggal, hal tersebut dikarenakan pemrakarsa hanya merencanakan satu jenis kegiatan bendungan yang kewenangan pembinaanya hanya satu sektor di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Saat ini, dokumen Amdal rencana pembangunan bendungan Jatinegara telah memasuki tahapan pemeriksaan Kerangka Acuan yang dilakukan pada tanggal 21 Juli 2020, setelah sebelumnya telah dilakukan kegiatan konsultasi publik pada tanggal 24 Juni 2020 di Pendopo Kecamatan Jatinegara. Setelah proses penilaian dokumen Kerangka Acuan maka akan dilanjutkan penilaian terhadap dokumen Andal dan RKL-RPL. Proses Amdal secara keseluruhan diharapkan bisa selesai pada tahun 2020 ini. Proses penilaian Amdal dilakukan oleh Komisi Penilai Amdal Provinsi Jawa Tengah dengan menghadirkan tenaga ahli dari perguruan tinggi (Undip, UGM, Unsoed) serta perwakilan dinas terkait dari Kabupten Tegal dan Kabupaten Pemalang. *//Roy-TL

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*