UKL-UPL Perubahan Kegiatan PT.Sahabat Nelayan Jaya Mandiri

Sahabat Nelayan Jaya Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan tepung ikan untuk pakan. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2010 dan mulai beroperasional pada awal tahun 2011. Pada tahun 2011, PT. Sahabat Nelayan Jaya Mandiri sudah dokumen Lingkungan Hidup berupa Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) serta sudah diterbitkannya rekomendasi dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal dengan No 660.1/2441/2011 pada tanggal 3 Oktober 2011. Namun dikarenakan adanya perubahan luas lahan , maka sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.23/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 tentang Kriteria Perubahan Usaha dan/atau Kegiatan dan tata cara Perubahan Izin Lingkungan bab II Jenis dan Kriteria Perubahan Izin Lingkungan pasal 4, maka PT. Sahabat Nelayan Jaya Mandiri wajib melakukan perubahan izin lingkungan yang dimiliki dengan cara mengajukan perubahan arahan perubahan izin lingkungan yang dilengkapi dengan penyajian informasi lingkungan (PIL).

Atas dasar tersebut, PT. Sahabat Nelayan Jaya Mandiri mengajukan perubahan kepada bupati Kabupaten Tegal melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal yang kemudian menjadi dasar dari DLH Kab. Tegal untuk menerbitkan surat arahan No : 660.1/12/1441 tanggal 30 Juni 2020 setelah melalui proses evaluasi dan verifikasi internal dimana dalam surat arahan tersebut menyatakan bahwa PT. Sahabat Nelayan Jaya Mandiri wajib melakukan perubahan izin lingkungan melalui penyusunan dan pemeriksaan UKL-UPL baru. Adapun perubahan yang disampaikan dalam PIL  oleh PT. Sahabat Nelayan Jaya Mandiri adalah sebagai berikut :

  1. Perubahan luas lahan dari 3.173 m2 menjadi 8.353 m2

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.38/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2019 Tentang Jenis Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dapat disimpulkan bahwa :

  • Huruf H Bidang Perindustrian Nomor 8 Poin a disebutkan bahwa Kegiatan Industri Kecil di wilayah kabupaten dengan luas ≥ 30 ha adalah wajib AMDAL. Kegiatan Industri Tepung Ikan untuk pakan  oleh PT. Sahabat Nelayan Jaya Mandiri  mempunyai luasan 8.353 m2 sehingga tidak wajib menyusun dokumen AMDAL melainkan wajib menyusun dokumen UKL-UPL.
  • Luas bangunan berdasarkan bidang multisector dimana bangunan ≥ 10.000 m2 wajib AMDAL, sedangkan perubahan luas bangunan pabrik dan fasilitas pendukung PT. Sahabat Nelayan Jaya Mandiri adalah menjadi ± 4.276,5 m2 sehingga tidak wajib AMDAL.
  • Penggunaan air sumur P.38/2019 lampiran bidang multisector  no 3 dimana pengambilan air bawah tanah  ≥ 50 liter/detik wajib AMDAL sedangkan PT. Sahabat Nelayan Jaya Mandiri  mengambil air 0,115741 liter/detik sehingga tidak wajib AMDAL.

Berdasarkan hal di atas kegiatan tersebut tidak wajib AMDAL, namun wajib menyusun dokumen lingkungan hidup berupa Isian Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). Selanjutnya Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Pemerintah RI Nomor 27 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan mewajibkan setiap usaha dan/atau kegiatan yang wajib UKL-UPL wajib memiliki Izin Lingkungan.

Penyusunan Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) PT. Sahabat Nelayan Jaya Mandiri  dilakukan oleh kesadaran pemrakarsa dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup serta pentaatan peraturan perundangan yang berlaku dan prakiraan potensi terjadinya dampak terhadap lingkungan hidup, baik berupa dampak positif maupun dampak negatif sehingga akan dapat mempengaruhi kualitas lingkungan hidup dan sosial ekonomi budaya masyarakat sekitarnya sehingga dampak positif dapat dikembangkan dan dampak negatif dapat diminimalisasikan.

Pemeriksaan dokumen UKL-UPL Perubahan Kegiatan Pembuatan Tepung Ikan Untuk Pakan Ternak oleh PT.Sahabat Nelayan Jaya Mandiri di Desa Demangharjo Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal telah dilksanakan pada tanggal 23 Juli 2020 dengan dihadiri perwakilan dari desa Demangharjo, Kecamatan Warureja, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan, Dinas Perinaker, bag.Ekbang Setda serta bidang dan UPTD di lingkungan DLH Kab.Tegal. Pemeriksaan UKL-UPL menyepakati bahwa UKL-UPL yang telah disusun dan nantinya direvisi sesuai saran pendapat dan tanggapan dari instansi terkait dapat disetujui untuk digunakan sebagai pedoman dalam mengelola dan memantau dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh perubahan kegiatan  Pembuatan Tepung Ikan Untuk Pakan Ternak oleh PT.Sahabat Nelayan Jaya Mandiri di Desa Demangharjo Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal. *// Roy-TL

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*