Pemantauan Sungai Kalierang Karangmulya Kec. Bojong Kab. Tegal

krg

Tanggal 26 Juni 2020, laboratorium DLH Kab. Tegal melakukan pemantaun lingkungan yang rutin dilakukan di sungai Kalierang (07° 09’ 39,6”S 109° 10’ 70,4”E) Karangmulya. Pemantauan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sungai di Kabupaten Tegal. Air sungai sangat bermanfaat sebagai sumber mata air.  Sungai merupakan tempat berkumpulnya air dari lingkungan sekitarnya yang mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Kualitas air sungai dipengaruhi oleh kondisi sungai dan kondisi suplai air dari daerah penyangga, kondisi suplai air dari daerah penyangga dipengaruhi aktivitas dan perilaku penghuninya. Sejalan dengan perkembangan pembangunan dan perubahan berbagai tatanan kehidupan.

Air sungai sangat bermanfaat, diantaranya :

  1. Untuk irigasi pertanian
  2. Untuk mandi dan mencuci
  3. Bahan baku air minum
  4. Sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air
  5. Sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah ramah lingkungan
  6. Potensial untuk dijadikan objek wisata sungai
  7. Tempat riset penelitian dan eksplorasi
  8. Tempat budidaya ikan, udang, kepiting, dll

Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran ini biasanya berbatasan dengan saluran dan dasar serta tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai dimana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.

Sungai kalierang sebagai sumber mata air (Hulu), kemudian alirannya menuju cilongok, Bojong. Aliran sungai ini akan bertemu di sungai kalibakung dan Hilirnya ada di Sungai Pengabean Kec. Dukuhturi. Umumnya sungai daerah hulu mempunyai kualitas air yang lebih baik daripada daerah hilir sedangkan dari sudut pemanfaatan lahan daerah hulu relative sederhana dan bersifat alami seperti hutan dan perkampungan kecil semakin kearah hilir keragaman pemanfaatan lahan menjadi meningkat. Sejalan dengan hal tersebut suplai limbah cair dari daerah hulu yang menuju daerah hilir pun menjadi meningkat. Pada akhirnya daerah hilir merupakan tempat akumulasi dari proses pembuangan limbah cair yang di mulai dari hulu.

Pengujian yang di lakukan di Laboratorium DLH Kab. Tegal mencakup Parameter Fisik (Suhu, TDS, TSS), Parameter Kimia (pH, BOD, COD, DO, Amonia, Khrom Hexavalent, Tembaga, Besi, Mangan, Sianida, Nitrit, dan Nitrat). Hasil pengujian ini kemudian dibandingkan dengan baku mutu Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air kelas II.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*