Pelatihan Teknik Sampling Sesuai SNI 6989.59:2008

Permasalahan lingkungan hidup masih menjadi fenomena yang membutuhkan perhatian khusus. Pemantauan kualitas lingkungan, seperti air limbah, air permukaan, air minum, dan air tanah membutuhkan kecermatan mulai dari pemilihan strategi sampling, teknik sampling, penanganan contoh uji, pemilihan metode uji, pengujian di laboratorium sampai pengolahan data hasil uji. Untuk memastikan jaminan mutu hasil uji, maka pekerjaan ini harus dilakukan oleh personel yang kompeten. Untuk dapat memenuhi kebutuhan peningkatan kompetensi personel dalam melaksanakan pengambilan contoh air yang meliputi teknik pengambilan dan analisis contoh air serta pengendalian dan jaminan mutu pengambilan sampel.

Selain penguasaan metode analisis, data kualitas air yang baik juga sangat di pengaruhi  oleh petugas pengambil sampel dalam melakukan sampling. Pelatihan teknik sampling dan materi pelatihan teknik sampling mencakup pengetahuan parameter air serta teknik pengambilan sampel sesuai SNI 6989.59:2008, pelatihan teknik sampling guna meningkatkan dan pemahaman metode sampling bagi petugas sampling serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan berkompeten untuk melakukan pemantaun pencemaran lingkungan.

UPTD Laboratorium DLH Kab.Tegal melakukan pelatihan teknik sampling pengambilan sampel air di sungai Danawarih Kec. Lebaksiu  di dampingi BPL2H Provinsi Jawa Tengah. (19/03/20)

PELATIHAN SAMPLING

Penentuan dan lokasi titik sampling air sungai secara umum pada daerah Hulu sebagai basline atau identifikasi kondisi dasar, daerah pemanfaatan air sungai ( ex: bahan baku air minum, pertanian, perikanan, dll ). Dearah potensial tercemar yaitu adanya aktivitas industri, pertanian dan kegiatan domestik. Daerah pertemuan 2 sungai atau masuknya anak sungai, serta daerah Hilir untuk mengetahui kualitas air secara keseluruhan.

Peralatan pengambilan sampel memiliki syarat antara lain :

  • Terbuat dari bahan yang tidak mempengruhi sifat (misalnya untuk keperluan pemeriksaan logam, alat pengambilan sampel tidak terbuat dari logam),
  • Mudah dicuci dari bekas contoh sebelumnya
  • Mudah dipindahkan ke dalam botol penampungan tanpa ada sisa bahan tersuspensi di dalamnya
  • Mudah dan aman di bawa
  • Kapasitas alat disesuaikan dengan keperluan dan tergantung dari maksud pemeriksaan

Wadah sampel yang digunakan juga dapat terbuat dari berbagai macam bahan, namun ada beberapa persyaratan wadah sampel yang harus diperhatikan antara lain :

  • Terbuat dari bahan gelas atau plastik
  • Dapat ditutup dengan rapat
  • Mudah dicuci dan tidak mudah pecah
  • Wadah untuk pemeriksaan bakteri harus dapat disterilkan
  • Tidak menyerap zat-zat kimia dari sampel
  • Tidak melarutkan zat-zat kimia ke dalam sampel
  • Tidak menimbulkan reaksi antar wadah dan sampel air

( Kegiatan tersebut dilakukan sebelum pandemi Covid-19 )

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*