BERITA

Permasalahan yang selama ini terjadi dalam bidang pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal yaitu  :

  1. Belum optimalnya kemampuan sumber daya manusia dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi pelayanan bidang lingkungan hidup.
  2. Keterbatasan data dan informasi tentang sumber daya alam dan lingkungan hidup.
  3. Belum terbangunnya komitmen dan pemahaman bagi pemangku kepentingan dan komponen masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Tegal.
  4. Belum optimalnya sarana dan prasarana pendukung dalam melaksanakan tugas dan fungsi Badan Lingkungan Hidup.
  5. Masih minimnya dukungan anggaran untuk pelayanan dalam melaksanakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
  6. Masih rendahnya pemahaman masyarakat dan aparat terhadap peraturan perundang-undangan bidang lingkungan hidup serta belum optimalnya penegakan hukum.
  7. Masih banyaknya peraturan lingkungan hidup yang belum dilaksanakan oleh masyarakat /pelaku usaha/kegiatan sehingga mengakibatkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.
  8. Masih lemahnya koordinasi dan kerjasama antar Institusi Pemerintah Perguruan tinggi, Organisasi masyarakat, dan swasta dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Tegal.
  9. Masih kurangnya implementasi program berdampak positif di Kabupaten Tegal, terutama dalam pengelolaan sekolah Adiwiyata, Program Peningkatan Kinerja Perusahaan (PROPER) dan minimnya warga/kelompok masyarakat yang memenuhi syarat penghargaan Kalpataru.
  10. Masih tingginya pencemaran dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh peleburan berbagai jenis logam termasuk peleburan limbah B3 di Kabupaten Tegal terutama di Kecamatan Adiwerna dan Talang.
  11. Masih tingginya pencemaran dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pengrajin pembakaran batu kapur/gamping di desa Karangdawa K Margasari.
  12. Tingginya pencemaran dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan proyek pembangunan jalan tol trans jawa sepanjang 30 km.
  13. Pencemaran dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh permasalahan pembuangan sampah yang tidak terkendali (Darurat Sampah)
  14. Belum adanya perda baru tentang PPLH, Perda RPPLH, Perda Pengelolaan Limbah B3, Perda Pengelolaan Laboratorium Lingkungan, Perdes PPLH/Pelestarian Lingkungan Hidup, dan Perda Pengelolaan Sampah.
  15. Tingkat kesadaran dunia industri / usaha dan masyarakat mengenai sampah masih rendah, sehingga banyak orang membuang sampah sembarangan dan BAB / BAK sembarangan (ODF = Open Defeses Free).